Untukmendapatkan pendapatan yang bagus ada beberapa faktor utama yaitu: 1.Bekerja di perusahaan yang bagus,banyak perusahaan luar negeri menawarkan gaji diatas rata-rata. 2.Menduduki jabatan tinggi,jabatan sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya gaji karenanya rencanakan dari awal agar bisa menempati posisi hingga posisi tertinggi. Grand Event Post College Week 2021 Sektor ASN yang diselenggarakan oleh UI Achievement Community secara daring. Foto Tagar/Dok Kementerian ATR/BPN Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, untuk berkontribusi kepada negara tidak harus memiliki jabatan yang tinggi. “Yang penting adalah menjadi pejabat publik, menjadi Menteri bukan dari jabatannya, tapi pengaruh apa yang bisa kita lakukan kepada negara ini,” ujarnya dalam Grand Event Post College Week 2021 Sektor ASN yang diselenggarakan oleh UI Achievement Community secara daring, Minggu, 5 September mengatakan bahwa kunci sukses menjadi ASN sama dengan profesi lainnya, yaitu integritas. Menurutnya, tidak ada jalan pintas untuk bisa menjadi orang yang sukses, melainkan tergantung kecepatan seseorang dalam belajar. ASN sangat berperan untuk bangsa ini menuju ke arah yang kita inginkan jadi menjadi ASN menurut saya itu adalah pilihan yang layak untuk integritas, profesionalisme juga harus diperhatikan. Profesionalisme bisa diasah dengan menambah pengetahuan, bukan hanya dalam bidang pendidikan yang diambil.“Untuk birokrasi atau jabatan ASN itu kuncinya sama. Anda harus punya integritas yang paling penting. Ini yang sekarang jarang sekali, banyak orang-orang ingin cepat kaya, ingin jalan pintas," Juga Kementerian ATR/BPN Gelar SPIP, Wujudkan TransparansiBaca Juga Sofyan Djalil Ingin Kementerian ATR/BPN Semakin Baik Layani Rakyat"Pengalaman saya tidak ada jalan pintas. Yang ada adalah kurva pembelajaran, tergantung anda cepat belajar, bisa diperpendek, tapi jalan pintas tidak ada. Yang kedua tingkatkan profesionalisme. Belajar apa pun dan di mana pun. Dan kemudian saya lihat, pengalaman saya, apapun yang kita pelajari itu ada manfaatnya,” ujar tersebut dikatakan berdasarkan pengalamannya berkiprah di sektor pemerintahan. Seperti yang kita ketahui, Sofyan A. Djalil telah beberapa kali menjadi menteri di bidang yang berbeda-beda. Meski tidak memiliki latar belakang pada setiap bidangnya, ia tidak pernah berhenti untuk belajar. Oleh karena itu, ia tidak pernah segan memberikan kesempatan belajar bagi orang-orang yang memiliki potensi, terutama untuk menjadi seorang pemimpin.“ASN sekarang adalah yang terbaik. Banyak ASN yang masuk dalam tiga tahun terakhir ini luar biasa dari segi intelektual dan pintarnya luar biasa. Dan sekarang saya memberikan kesempatan betul-betul kepada mereka menjadi pemimpin di masa yang akan datang," Juga Kunjungi Riau, Menteri ATR/BPN Dorong Percepatan PTSLBaca Juga Kementerian ATR/BPN Dorong Percepatan Legalisasi Wilayah Pesisir"Dan karena dulu orang yang menyekolahkan saya, sekarang di mana pun saya berada, saya yang menyekolahkan orang dan mencari orang potensial. Karena negeri ini sangat membutuhkan ASN atau pejabat publik yang pintar, yang arif, yang bisa menjawab tantangan,” ujar Sofyan A. juga mengatakan profesi ASN sangat penting untuk memajukan bangsa dan negara. Sofyan A. Djalil berharap agar ASN di masa depan dapat memimpin dan mengarahkan bangsa ke arah yang lebih baik. “ASN sangat berperan untuk bangsa ini menuju ke arah yang kita inginkan. Jadi, menjadi ASN, menurut saya itu adalah pilihan yang layak untuk dipertimbangkan,” ucapnya. [] Siapayang tidak ingin sukses dan mencapai puncak karier Menjadi sukses adalah impian semua orang - Family - Okezone Lifestyle
Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PANRB Abdullah Azwar Anas mengatakan Kabupaten Penajam Paser Utara bisa menjadi pionir budaya kerja birokrasi daerah yang kreatif, inovatif, dan profesional di Kalimantan Timur. Dengan demikian, ASN di Kaltim harus siap dan mengadopsi pendekatan yang proaktif dalam menghadapi disrupsi. Hal itu disampaikan Azwar Anas dalam acara Pengarahan Aparatur Sipil Negara ASN di Lingkungan Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu 10/6/2023. OKU Timur Terima Apresiasi Kemenkes RI Pemerintah Ungkap Sarawak Nantikan Kerja Sama Buka Rute Penerbangan ke IKN Anggota Komisi VI DPR RI Mahfudz Abdurrahman Beberkan Kontribusi BUMN Karya dalam Pembangunan IKN “Hari ini saya hadir karena tempat Bapak/Ibu ini akan jadi IKN. Di IKN nanti ASN Penajam Paser Utara harus jadi penggerak, jangan hanya jadi penonton. Sehingga perubahan harus dikerjakan dari sekarang,” kata Menteri Anas. Diketahui Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan pembangunan Ibu Kota Negara IKN Nusantara di Penajam Paser Utara PPU Kalimantan Timur untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju, sesuai Visi Indonesia 2045. PPU sebagai teras IKN diharapkan turut mampu menjadi penggerak dalam percepatan Reformasi Birokrasi Berdampak di IKN. Menurutnya, diperlukan komitmen dan tekad yang kuat dari Sumber daya manusia SDM aparatur sebagai motor penggerak birokrasi, yang menjadi aktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan IKN yang dicita-citakan bersama. “ASN harus menjadi engine dari birokrasi. Kabupaten Penajam Paser Utara ini akan keren kalau birokrat dan leadership di tempat ini bekerja,” ujar mantan Bupati Banyuwangi ini. Pria yang akrab disapa Anas ini menjelaskan, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan tentang reformasi birokrasi, yaitu bahwa birokrasi harus berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya tumpukan, serta harus lincah dan cepat. Maka efektivitas Tata Kelola Pemerintahan dapat tercapai dengan penguatan pilar-pilar kerangka kerja pemerintahan berbasis digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik SPBE.
MenjadiPribadi yang Sukses. Itulah 5 prinsip yang harus Anda miliki jika ingin menjadi pribadi yang sukses. Terus belajar dan jangan takut akan kegagalan merupakan kunci utama menjadi pribadi yang sukses. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan dapat memotivasi. Baca Juga: Rahasia Penilaian Saat Wawancara Kerja Yang Wajib Diketahui
JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan OJK mengatakan, masyarakat yang menjadi korban penipuan berkedok lembaga jasa keuangan LJK harus segera melakukan serangkaian langkah untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi mengatakan, masyarakat harus segera mengumpulkan bukti transfer kepada penipu tersebut. "Masyarakat juga harus mengumpulkan bukti percakapan atau info lain yang terdapat di media komunikasi untuk bahan penelusuran rekam jejak digital," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis 8/6/2023. Baca juga Ini Alasan Masyarakat Mudah Terjebak Modus Penipuan di Sektor Jasa Keuangan Ia menambahkan, masyarakat yang menjadi korban penipuan di sektor jasa keuangan harus segera menghubungi aparat penegak hukum atau polisi untuk melaporkan dan mempercepat pelacakan pelaku. Selain itu, masyarakat juga harus mengumpulkan data seperti nomor kontak entitas, pengurus, dan pelaku, beserta nomor rekening bank yang menjadi tujuan transfer dana. Data-data tersebut perlu dikumpulkan karena merupakan barang bukti dalam kasus penipuan dalam pihak yang mengatasnamakan layanan jasa keuangan. Baca juga OJK Ungkap 2 Modus Penipuan yang Marak di Media Sosial Lebih lanjut, wanita yang karib disapa Kiki tersebut juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap banyaknya penawaran dari pihak yang mengatasnamakan penyelenggara layanan keuangan. Salah satu caranya adalah dengan mengecek legalitas melalui otoritas terkait utk memastikan izin kegiatan usaha yang dimiliki dengan menghubungi lembaga atau instansi terkait, misalnya ke Kemendag, BI, OJK, atau SWI. Kemudian, masyarakat bisa mencermati sumber informasi yang muncul pada layanan pesan yang diterima. "Cek terlebih dahulu kebenaran informsi yang diterima melalui kanal resmi seperti call center, website, media sosial resmi penyelenggara layanan keuangan Anda," imbuh dia. Baca juga Simak Tips Terhindar dari Penipuan Oknum Agen Asuransi Kiki menjelaskan, apabila informasi tersebut menawarkan agar beralih ke jaringan pribadi, segera diabaikan saja. Kemudian, masyarakat juga harus mengabaikan ketika penawaran tersebut disertai dengan instruksi untuk melaksanakan tugas yang disertai dengan imbal balik berupa bonus yang tidak wajar. "Selain itu, penawaran yang disertai permintaan untuk melakukan transfer dana agar dalam rangka mendapatkan atau memperbesar bonus juga harus diabaikan," tandas dia. Baca juga Simak 2 Modus Penipuan Keuangan yang Sedang Marak Menurut OJK Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Perlumemperhatikan beberapa hal berikut agar menjadi wirausaha yang sukses dan berhasil dibidang masing-masing, diantaranya: Menetapkan Ide dan Jenis Usaha. Menetapkan ide dan jenis usaha merupakan langkah dasar yang harus dilakukan saat ingin memulai sebuah usaha. Perlu juga dilihat peluang usaha apa yang bisa memberikan prospek serta

404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Money/aplikasi-undang-teman-dapat-uang-tanpa-ktp-39i5" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text

Iniopini saja ya, menurut saya yang perlu dilakukan saat usia muda, agar menjadi sukses di masa depan adalah. Jaga kesehatan; Tentunya akan menyenangkan bisa sukses di masa depan sekaligus sehat jasmani rohani. Rajin olahraga, jauhi narkoba. Badan sehat dan otak jernih adalah modal utama, minimal akan meringankan langkah ke depannya. Jakarta - Banyak masyarakat yang mendambakan masuk menjadi ASN alias abdi negara. ASN adalah singkatan dari Aparatur Sipil Negara. ASN pun menjadi pekerjaan yang banyak diminati di Indonesia. Dalam pemerintahan, ASN berperan sebagai sumber daya yang digunakan untuk menjalankan tugas yang ada. ASN adalah pegawai yang bekerja untuk pemerintahan. ASN adalah Pegawai yang Bekerja di Instansi Pemerintah, Kenali Fungsi dan Tugasnya Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu 14/9/2022 Undang-undang mengenai ASN tercantum dalam UU No 5 tahun 2014, di mana ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. ASN diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara. Mereka juga melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi Pemerintah. Dalam UU No 5 tahun 2014, fungsi ASN adalah sebagai berikut - pelaksana kebijakan publik - pelayan publik; dan - perekat dan pemersatu bangsa. Tugas ASN - melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; - memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas - mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran ASN Peran ASN adalah sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan Keuangan Menkeu, Sri Mulyani membeberkan bahwa Tunjangan Hari Raya THR untuk Aparatur Sipil Negara ASN senilai Rp 29,328 triliun, akan cari pada Jumat pekan ini senilai Rp 29,328 dasar ASNPresiden Joko Widodo Jokowi berfoto bersama Aparatur Sipil Negara ASN atau PNS seusai membuka Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia KORPRI 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa 26/2. YuniarNilai dasar ASN adalah landasan prinsip ANS dalam bekerja. Nilai dasar ASN meliputi - memegang teguh ideologi Pancasila - setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah - mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesi - menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak - membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian - menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif - memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur - mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik - memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah - memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun - mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi - menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama - mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai; - mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan - meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem ASNPegawai negeri sipil PNS melakukan aktivitas di Badan Kepegawaian Daerah BKD, Balai Kota, Jakarta, Senin 9/5/2022. Pemprov DKI masih menerapkan kapasitas maksimal 75 persen terhadap para Aparatur Sipil Negara ASN yang bekerja di kantor usai Lebaran Idul Fitri 1443 H/2022 M. ZakhariaTerdapat sejumlah jabatan ASN berdasarkan tingkatan dan fungsinya. Jabatan ASN meliputi Jabatan administrasi Jabatan administrasi ASN adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Setiap jabatan administrasi ditetapkan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Jabatan administrasi terdiri atas jabatan administrator yang bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan, jabatan pengawas, bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana, dan;jabatan pelaksana, bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Jabatan fungsional Jabatan fungsional ASN adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Jabatan fungsional dalam ASN terdiri atas jabatan fungsional keahlian, terdiri dari 4 empat tingkatan yakni ahli utama, ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama, serta jabatan fungsional keterampilan, terdiri dari 4 empat tingkatan yakni penyelia, mahir, terampil, dan pemula. Jabatan pimpinan tinggi Jabatan pimpinan tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi pada instansi pemerintah. Jabatan pimpinan tinggi terdiri atas jabatan pimpinan tinggi utama, jabatan pimpinan tinggi madya, dan jabatan pimpinan tinggi dan kewajiban ASNPegawai negeri sipil PNS melakukan aktivitas di Badan Kepegawaian Daerah BKD, Balai Kota, Jakarta, Senin 9/5/2022. Pemprov DKI masih menerapkan kapasitas maksimal 75 persen terhadap para Aparatur Sipil Negara ASN yang bekerja di kantor usai Lebaran Idul Fitri 1443 H/2022 M. ZakhariaHak ASN adalah meliputi Untuk PNS berhak atas gaji, tunjangan, dan fasilitas, cuti, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, dan pengembangan kompetensi. Untuk PPPK, berhak memperoleh Gaji, tunjangan, cuti, perlindungan dan pengembangan kompetensi. Adapun kewajiban ASN sebagai berikut - Setia dan taat kepada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah; - Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; - Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang; - Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan; - Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab; - Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan; - Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; dan - Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Antara ASN dan PNSGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas, Jakarta, Sabtu 1/6/2019. Selain Aparatur Sipil Negara ASN, upacara ini juga diikuti oleh perwakilan organisasi masyarakat. FananiDalam penyebutannya, ASN beda dengan PNS. ASN adalah profesi yang meliputi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK. ASN belum tentu PNS, sedangkan PNS sudah pasti ASN. PNS atau Pegawai Negeri Sipil adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sementara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas Kenaikan Tunjangan PNS Jabatan Fungsional hingga Rp 1,7 Juta. Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Setelahmengetahui hal tersebut, cara agar menjadi pengusaha sukses selanjutnya adalah dengan menetapkan tujuan. Setelah menerapkan 6 cara menjadi pebisnis muda di atas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mempersiapkan modal usaha. Modal juga menjadi salah satu faktor eksternal dalam memulai sebuah usaha.
Setiap warga negara pada dasarnya membutuhkan pelayanan dari pemerintah sebagai pengendali kekuasaan. Adapun Pelayanan yang dimaksud ialah pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada masyarakat atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara publik. Dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya 1Kemudahan dalam pengurusan bagi yang berkepentingan, 2Mendapatkan pelayanan yang wajar, 3Mendapatkan pelayanan yang sama tanpa pilih kasih, 4Mendapatkan perlakuan yang jujur dan transparan. Aparatur Sipil Negara ASN memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan publik karena kinerja ASN berdampak langsung kepada masyarakat sebagai pengguna layanan. Dalam UU Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, disebutkan bahwa ASN diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan publik dan menjalankan peran sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa dengan profesional, berintegritas, bebas dari intervensi politik, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi serta nepotisme. Namun, sampai saat ini, masih terdapat permasalahan dalam pengembangan ASN di Indonesia. Menurut Djohermansyah Djohan, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri IPDN, terdapat 7 permasalahan Aparatur Sipil Negara ASN yang terdapat di Indonesia, di antaranya masih adanya mentalitas priyayi dalam diri para ASN;kualitas pelayanan ASN yang masih buruk;praktik korupsi dalam rekrutmen ASN;banyaknya mutasi dan promosi yang dilakukan tidak sesuai aturan main;korupsi yang dilakukan oleh ASN;masih sering ditemukan pungutan liar oleh ASN kepada masyarakat; danpolitisasi upaya untuk mengatasi permasalahan ASN di Indonesia, pemerintah melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam teori Pengembangan SDM yang dikemukakan oleh Mondy dan Noe, disebutkan bahwa dalam kegiatan pengembangan SDM terdapat 4 kegiatan yang dapat dilakukan, yakni pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian kinerja, dan pengembangan organisasi. Menurut Sedarmayanti, penataan Sumber Daya Manusia atau Aparatur dilakukan melalui pengukuran dengan memperhatikan aspek-aspek berikut Menerapkan sistem merit dalam manajemen kepegawaian,Sistem diklat yang efektif,Meningkatkan standar dan kinerja,Pola karier yang tersusun secara jelas dan terencana,Standar kompetensi jabatan,Klasifikasi jabatan,Tugas, fungsi, dan beban tugas proporsional, Perekrutan sesuai prosedur,Menempatkan pegawai sesuai keahlian,Remunerasi yang memadai,Perbaikan sistem informasi manajemen SDM khususnya pada Aparatur Sipil Negara dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi ASN, menghadapi perubahan yang dinamis, menghadapi revolusi industri dan sebagai upaya untuk mewujudkan Smart ASN. Smart ASN memiliki tujuan untuk menciptakan Aparatur Sipil Negara yang berwawasan global, menguasai IT/Digital, dan daya Networking tinggi. Adapun beberapa strategi dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan kompetensi ASN dan mewujudkan Smart ASN diatur dalam RPJMN ke-3 dalam RPJPN 2005-2025. Terdapat 6 langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan Smart ASN, diantaranya Melakukan rekrutmen calon Pegawai Negeri Sipil yang berbasis Computer Based Test,Pengembangan pola karier,Pengembangan kompetensi,Pengembangan karier,Promosi melalui seleksi terbuka, danRencana adanya strategi dan upaya pengembangan SDM ini, diharapkan dapat menciptakan ASN yang kompeten, profesional, dan mampu menghadapi tantangan dan perubahan. Karakteristik SMART ASN instagram/kemenparbDalam rangka mewujudkan smart ASN, Aparatur Sipil Negara ASN didorong untuk meningkatkan kompetensinya untuk menjawab tantangan yang akan terjadi. Namun, dalam menjawab tantangan tersebut, ASN di Indonesia masih harus bekerja keras. Menurut World Economy Forum Human Capital Indonesia pada tahun 2017, kualitas ASN di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan Malaysia dan Thailand. Selain itu, menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasiterdapat sebanyak 30 persen atau sejumlah 1,35 juta ASN yang memiliki kinerja yang buruk dan dalam mengerjakan tugasnya cenderung tidak maksimal, dimana masih banyak ASN yang belum paham akan tugas dan kewajibannya. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan ASN, dimana sebanyak 60 persen masih berlatar belakang Diploma, SMA, atau tingkat pendidikan yang lebih rendah. Selain itu, menurut data nasional hanya terdapat 10 persen ASN yang merupakan tenaga fungsional, 36 persen tenaga administrasi dan 11 persen pejabat struktural terkecuali guru dan tenaga medis, serta masih banyaknya ASN yang kompetensinya tidak sesuai dengan tempat kerjanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan smart ASN adalah dengan mengembangkan kompetensi ASN. Namun, Pengembangan kompetensi ASN di Indonesia cenderung masih kurang optimal diterapkan di instansi publik. Pengembangan ASN justru diimplementasikan hanya untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan saja, misalnya untuk promosi jabatan. Peristiwa ini menunjukan bahwa sebagian besar instansi publik tidak memiliki serangkaian perencanaan mengenai pengembangan kompetensi. Padahal menurut UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa setiap ASN memiliki hak untuk mengembangkan dirinya minimal 20 jam pelajaran dalam setahun. Selain itu, ASN perlu mengikuti pendidikan dan latihan pimpinan atau prajabatan. Namun, kesadaran dari individu ASN untuk mengembangkan potensi dirinya pun rendah. Permasalahan lain yang membuat smart ASN masih butuh kerja keras untuk diwujudkan adalah masih banyaknya ASN yang belum mahir dalam mengaplikasikan teknologi informasi IT atau gagap teknologi. Hal ini dikarenakan masih mendominasinya ASN yang berusia di atas 50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik BPS, terdapat 923 ribu ASN yang berumur 51 hingga 55 tahun, sedangkan yang berusia 56 hingga 60 tahun sejumlah 569 ribu. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara BKN Bima Harya Wibisana, pada 10 tahun mendatang 65 persen pekerjaan saat ini akan hilang dan berubah menjadi paperless. Dengan begitu, maka ASN tidak mampu bersaing dengan dunia global karena tidak dapat mewujudkan inovasi-inovasi yang ada dengan bantuan teknologi digital maupun big data. Sehingga nantinya tidak dapat mewujudkan pelayanan publik yang mudah, murah, dan tidak berbelit. Selain itu, salah satu nilai yang dibawa dalam smart ASN adalah menjunjung integritas. Namun dalam implementasinya masih banyak integritas dari ASN yang masih diragukan. Hal ini disebabkan oleh masih maraknya kasus jual beli jabatan di kalangan ASN. Jual beli jabat tersebut masih marak dilakukan di 10 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu Banten, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara, NTT, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Riau. Bahkan di beberapa tempat pun proses pengangkatan dan pemberhentian ASN seringkali tidak mengikuti peraturan. Dimana faktor yang mendorong peristiwa tersebut adalah karena penerapan sistem merit yang tidak sesuai aturan. Penerapan smart ASN berpengaruh secara signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan Negara. Namun masih banyaknya ASN yang melakukan tindakan jalan pintas untuk mencapai tujuan dengan asal melakukan pekerjaan tanpa adanya perencanaan pengelolaan keuangan yang baik dan mindset yang ingin mendapatkan pelayanan bukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada dasarnya masyarakat memiliki hak mendapatkan informasi terkait keuangan negara secara akuntabel dan transparan guna meyakinkan bahwa pengelolaan keuangan negara telah dilaksanakan dengan baik dan telah diberikan untuk kepentingan rakyat. Menurut data Transparency International Indonesia TII menyebutkan bahwa skor Corruption Perception Index CPI Indonesia tahun 2018 berada di peringkat 89 dengan nilai 38 dari 180 negara. Hasil tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas di Indonesia masih lemah, di bawah angka rata-rata CPI Internasional dengan nilai 43. Indonesia masih berusaha dalam mewujudkan smart ASN dengan memperbaiki permasalahan yang masih ada di Indonesia. Indonesia berada di peringkat ke-67 dari 125 negara dalam Global Talent Competitiveness Index 2019, dengan nilai 38,61. Untuk memperbaiki indeks, perlu adanya perbaikan struktur ASN yang didukung manajemen talenta terbaik. Integrasi manajemen talenta institusional dari seluruh instansi guna membentuk talent pool nasional yang kemudian diselaraskan dengan manajemen talenta korporasi. sehingga dapat mobilisasi talenta lintas sektor, baik publik maupun privat dengan fokus dan prioritas pembangunan pusat dan daerah. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas dan responsif yang masih tinggi. Dalam e-government survey 2018, Indonesia berada pada peringkat 107 dari 193 Anggota PBB. Indonesia masih belum dapat mengimbangi negara-negara di Asia Tenggara terkait penerapan e-government. Penerapan e-government dapat mendukung efektivitas pemerintah dalam penerapan pelayanan publik yang lebih inovatif. Jadi, secara keseluruhan Indonesia tergolong masih belum siap mewujudkan smart ASN. Hal ini dikarenakan masih banyaknya permasalahan yang terjadi di ASN terutama terkait dengan kompetensi. Untuk dapat mewujudkan smart ASN maka dibutuhkan perubahan terutama dalam hal budaya kerja supaya ASN di Indonesia mampu bersaing dengan dunia global. Sebagai wujud untuk menyukseskan smart ASN dengan melakukan penataan ASN diharapkan dapat membawa sebuah optimisme bahwa ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat mewujudkan aparatur negara yang profesional, berintegritas dan memiliki budaya melayani sebagai wujud tata kelola pemerintah dalam bersaing dengan negara lain.
Sebabyang namanya saran itu tujuannya adalah memperbaiki kekurangan yang sebelumnya pernah terjadi. Entah dari siapapun orangnya dan jabatannya, kamu perlu mempertimbangkan saran orang lain agar menjadi lebih baik. 5. Memiliki jiwa pemimpin yang baik. Cara menjadi orang sukses yang kelima adalah memiliki jiwa pemimpin yang baik.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refromasi Birokrasi Kemenpan RB telah mempersiapkan strategi Smart ASN sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor publik. Konsep Smart ASN sendiri merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja dan juga kualitas dari Aparatur Sipil Negara, serta merupakan suatu persiapan bagi Aparatur Sipil Negara untuk menghadapi era digital agar mampu menghadapi arus globalisasi. Strategi yang diambil pemerintah untuk mewujudkan smart ASN adalah penerapan talent management atau manajemen talenta. Pengembangan manajemen talenta harus didukung oleh penerapan sistem merit yang optimal guna menghadirkan sumber daya manusia yang memiliki potensi yang sesuai posisi yang akan diduduki. Saat ini manajemen talenta sudah diterapkan di instansi pemerintah dan telah memiliki proses yang jelas. Meskipun telah telah diatur dalam peraturan, proses dan pengembangan manajemen talenta di sektor publik masih memiliki hambatan. Proses perencanaan ASN buruk yang mengakibatkan komposisi ASN kurang baik. Hal ini didasarkan pada data BKN tahun 2017 yang mana disebutkan bahwa komposisi ASN masih belum proposional antara tenaga administrasi dengan tenaga fungsional, seperti tenaga kesehatan dan juga unit lini dan supporting yang tidak proposional pula. Selanjutnya, pengembangan talenta ASN juga belum dapat dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan masih adanya budaya birokrasi yang jauh dari persaingan, rendahnya orientasi kinerja dan kedisipilan. Selain itu merujuk pada Krissetyanti dalam jurnalnya yang berjudul Penerapan Strategi Manajemen Talenta dalam Pengembangan PNS 2013, mengemukakan bahwa pelaksanaan manajemen talenta membutuhkan peran pimpinan untuk sebagai mentor dan pelatih. Namun dikarenakan padatnya aktivitas pimpinan, pimpinan tersebut tidak bisa menjadi pelatih dan mentor bagi pegawai yang membutuhkan. Terdapat pula kekurangan pada struktur dan sistem kepegawaian ASN. Berdasarkan temuan BKN tahun 2020, tercatatat bahwa baru 35% instansi pemerintah yang menerapkan manajemen kinerja. Evaluasi ini dilakukan menggunakan enam indikator, yakni perencanaan kinerja, pelaksanaan kinerja, evaluasi penilaian kinerja dan perilaku, pemanfaatan kinerja, ketersediaan aplikasi kinerja, dan pelaporan penilaian prestasi kinerja Rendah penerapan sistem manajemen kinerja ini tentu akan berefek rendahnya kualitas ASN. Belajar dari Inggris dan Malaysia Berdasarkan laporan dari IMD Business School tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 45 dunia dalam The World Talent Ranking. Dengan posisi tersebut, pemerintah sebaiknya perlu berlajar dari negara -negara yang memiliki peringkat lebih tinggi dalam penerapan manajemen talenta dalam sektor publik, seperti Inggris dan Malaysia. Berdasarkan laporan dari IMD Business School tahun 2018, Inggris berada pada peringkat 23 dunia The World Talent Ranking. Manajemen talenta di Inggris merupakan bagian dari program reformasi pelayanan publik yang dikelola oleh sekretariat kabinet. Terdapat tiga prinsip yang diterapkan di Inggris terkait dengan manajemen talenta, yaitu sistem merit, kesetaraan, dan keberagaman. Malaysia juga telah menerapkan manajemen talenta di sektor publiknya. Berdasarkan The World Talent Ranking 2018, Malaysia berada di posisi 22 dunia. Manajemen talenta di Malaysia dikembangkan melalui rencana Malasia 11 Plan 2016-2020. Upaya yang dilakukan diantaranya merekrut karyawan dengan didasari pada kontrak agar dapat menemukan karyawan yang kompeten, fleksibilitas jadwal kerja, memberdayakan kementrian untuk menyesuaikan bakat pengelolaan, kompetensi dan pelatihan dengan pendekatan kontemporer. Smart ASN 2045, Impian Belaka? Mewujudan Smart ASN bukanlah sebuah kemustahilan. Dilansir dari Januari, 2020, menurut praktisi dan pengamat SDM, M. Ilham Akbar, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk menerapkan manajemen talenta. Yang pertama adalah pemerintah harus mengidentifikasi posisi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk para fresh graduate dan melakukan pemetaan terhadap lulusan baru berdasarkan kompetensi dan prestasinya. Kedua adalah tantangan untuk menghadapi generasi millennials. Sebab berdasarkan survei oleh pada tahun 15, mengatakan bahwa millennials kerap berpindah kerja setelah satu tahun bekerja. Oleh karena itu dibutuhkan rencana tersistematis untuk mempertahankan pekerja millennials. Ketiga adalah pemerintah dapat memberdayakan lulusan luar negeri. Hal ini diharapkan bahwa lulusan luar negeri dapat memberikan inovasi-inovasi baru yang didapatkannya dari berkuliah di luar negeri. Lebihdari 60% orang sukses yang mengikuti sebuah riset menyatakan bahwa mereka lebih fokus pada tujuan yang dapat diraih sehari-hari. Kemudian, tujuan yang mereka pilih adalah tujuan yang lebih dapat direalisasikan melalui tindakan sederhana, jadi mereka mengetahui betul apa yang menjadi penghalang antara mereka dan kesuksesan. 2.
ASN sulit menghindar ketika dikaitkan dengan ANTARA - Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil negara ASN adalah bukan pejabat yang justru minta dilayani dan bergaya seperti pejabat zaman kolonial dahulu. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Launching Core Values dan Employer Branding ASN secara virtual, Selasa 27/7. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan agar seluruh ASN juga mempunyai nilai dasar yang sama. ASN di pusat maupun di daerah harus mempunyai rujukan yang sama. ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama. ASN yang berprofesi sebagai dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analisis kebijakan, setiap administratur juga petugas satpol PP seharusnya mempunyai nilai dasar yang sama. Bahkan, pegawai BUMN, pegawai-pegawai lain juga sebaiknya proposisi, nilai rujukan sama. Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan juga inginkan ASN berorientasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat zaman kolonial dahulu. Itu tidak boleh lagi, bukan zamannya lagi. Setiap ASN harus mempunyai jiwa untuk melayani untuk membantu masyarakat," kata Jokowi. Berubahlah mindset ASN atau pola pikir. Melayani, bukan minta dilayani. ASN harus memiliki perspective, cara pandang sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa. Baca juga Menparekraf Sandiaga ASN harus beri layanan prima bagi masyarakat Pelaksana Kebijakan Publik Pada era keterbukaan informasi memang karakteristik ASN menjadi tontonan, ibarat ikan di akuarium, oleh masyarakat yang harus dilayani. Maka, konsekuensi logis, aktivitas ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat harus profesional, proporsional, transparan, akuntabel, dan kapabel. Ini semua rujukannya adalah integritas. Dengan integritas akan muncul disiplin, loyal dan dedikasi, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kenapa harus berkualitas dan berkinerja seperti kriteria di atas? Jawabannya singkat bahwa ASN adalah penerjemah dan pelaksana kebijakan publik. ASN adalah sebagai pelayan publik. ASN sebagai pemersatu bangsa. Sebagai penerjemah dan pelaksana kebijakan publik, fungsi dan tugas ini yang sekarang benar-benar ditunggu oleh masyarakat luas, dikaitkan dengan pandemik COVID-19 yang masih belum aman dan sulit diprediksi kapan berakhir. Untuk itulah, pembuat kebijakan publik public policy maker betul-betul kebijakan publik harus disusun dan diformulasikan dengan cermat karena masih harus dilaksanakan oleh ASN yang terdiri atas dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analisis kebijakan, setiap administratur juga petugas satpol PP, bahkan pegawai BUMN, dan semua pegawai-pegawai sebagai aparatur sipil negara. Maka, kebijakan publik yang diambil memiliki struktur yang jelas dan terukur. Sejak perencanaan, pengorganisasi, pelaksanaan dan monitoring, kontrol serta evaluasi disusun secara sistematis. Langkah ini perlu diperhatikan karena akan diimplementasikan di lapangan dan sekanjutnya akan dikerjakan secara massif oleh ASN. Jangan sampai ada gap antara kebijakan dan apa yang harus dilakukan oleh ASN. Jangan sampai kebijakan publik tidak bisa dioperasionalkan. Oleh karena itu, perlu penyusunan kebijakan publik yang baik, paling tidak ada lima acuan pertama, dirancang sesuai dengan kerangka acuan dan teori yang kuat; kedua, disusun korelasi yang jelas antara kebijakan dan implementasinya; ketiga, ditetapkan adanya organisasi yang mengoordinasi pelaksanaan kebijakan sehingga implementasi dapat berjalan dengan baik. Keempat, untuk kemaslahatan umat sehingga sangat bermanfaat bagi publik; dan kelima, diterima oleh sebagian besar publik, diharapkan muncul partisipasi. Baca juga Menpan RB terbitkan SE sistem kerja ASN pada perpanjangan PPKM level 4 ASN Pelayan Publik ASN adalah pelayan publik, bukan malah minta dilayani. Sebagai pelayan publik, harus mampu melayani segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Lembaga Administrasi Negara 1998 Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa pelayanan publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan. Setiap pelayanan menghasilkan produk, baik berupa barang maupun jasa. Intinya pelayanan publik, sebagai pemberian layanan atau melayani keperluan orang atau masyarakat dan/atau organisasi lain yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu, sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditentukan dan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada penerima pelayanan. Dengan demikian, terdapat tiga unsur penting dalam pelayanan publik unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik; unsur kedua, adalah penerima layanan masyarakat yang membutuhkan; unsur ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan masyarakat yang dilayani. ASN memiliki fungsi yang sakral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Manajemen ASN merupakan pengelolaan ASN untuk menghasilkan personel ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pasal 3 UU ASN menyatakan bahwa ASN sebagai profesi harus berdasarkan pada beberapa prinsip, di antaranya adalah nilai dasar, serta kode etik dan kode perilaku. Ada sejumlah unsur nilai dasar yang harus dimiliki pegawai ASN, yakni seperti memegang teguh ideologi Pancasila; Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah. Dalam Pasal 10 dan Pasal 11 UU ASN dijelaskan bahwa salah satu fungsi pegawai ASN adalah perekat dan pemersatu bangsa. Selanjutnya, pegawai ASN betugas untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN harus selalu mengingat esensi kehadiran aparatur birokrasi sebagai penjaga dan pemersatu bangsa. Netralitas bukan hanya disikapi sebagai aturan, melainkan sebagai kode etik dasar dan integritas dalam perilaku keseharian ASN saat memberikan pelayanan publik. Soal netralitas, ASN sadar betul bisa secara aktif dan konkrit turut berperan menjaga keberagaman suku, etnis, dan agama di Indonesia. Dengan begitu, pelayanan publik yang diberikan juga tidak bersifat diskriminatif. Sebaliknya berorientasi pada sikap profesional dalam menjalankan profesinya. Pengertian dan pemahaman ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa juga pada saat pemilihan umum, baik pemilu anggota legislatif, pilpres, maupun pilkada. Karena posisi ASN sangat strategis, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mendulang suara. Namun, begitu ASN juga sulit menghindar ketika dikaitkan dengan karier. Pada posisi inilah ASN cenderung tidak netral demi memperoleh posisi yang diinginkan. Kalau sudah begini, kembali ke integritas. * Drs. Pudjo Rahayu Risan, Pengamat Kebijakan Publik, Fungsionaris Asosiasi Ilmu Politik Indoesia AIPI Semarang dan pengajar tidak tetap STIE Semarang dan STIE BPD Jateng COPYRIGHT © ANTARA 2021
Profesionaladalah orang yang mempunyai kompetensi-kompetensi tertentu yang menjadi dasar kinerjanya. Dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disebutkan bahwa ASN harus mempunyai kompetensi. Pertama, kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan
Jakarta - ASN atau Aparatur Sipil Negara adalah istilah untuk kelompok profesi bagi pegawai-pegawai yang bekerja pada instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Yuk kenali pengertian ASN, tugas, hingga gaji yang ASNPada dasarnya pengertian ASN telah ditetapkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja PPPK yang bekerja pada instansi pemerintah. PNS sendiri merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas kata lain pengertian ASN merujuk pada profesi yang terdiri atas dua status kepegawaian yang berbeda, yakni PNS dan PPPK. Jadi, setiap PNS sudah pasti adalah ASN, sedangkan ASN belum tentu PNS, karena bisa saja ia adalah seorang dan Tugas ASNSebagai abdi negara, ASN tentu memiliki fungsi dan tugas yang perlu mereka laksanakan. Adapun fungsi dan tugas seorang ASN ini telah tercatat dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 10 dan Pasal fungsi ASN menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 101. Pelaksana kebijaka Pelayan Perekat dan pemersatu tugas ASN menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 111. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan Memberikan pelayanan publik yang profesional dan Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Gaji ASNDikarenakan ASN terbagi dalam dua status kepegawaian yakni PNS dan PPPK, tentu besaran gaji yang dapat diterima oleh ASN sangat tergantung pada golongan kerja berdasarkan status untuk besaran gaji pokok seorang PNS 2022 sendiri masih diatur dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 15 tahun 2019. Berikut daftar gaji PNS berdasarkan golongannyaDaftar gaji PNS Golongan IIa gaji PNS Golongan IIIIa gaji PNS Golongan IIIIIIa gaji PNS Golongan IVIVa halnya seperti PNS, PPPK yang juga masuk ke dalam golongan ASN berhak menerima gaji dan tunjangan dari pemerintah. Adapun ketentuan mengenai daftar gaji PPPK sudah diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan besaran gaji PPPK berdasarkan golongannya- Golongan I Rp - Rp Golongan II Rp - Rp Golongan III Rp - Rp Golongan IV Rp - Rp Golongan V Rp - Rp Golongan VI Rp - Rp Golongan VII Rp - Rp Golongan VIII Rp - Rp Golongan IX Rp - Rp Golongan X Rp - Rp Golongan XI Rp - Rp Golongan XII Rp - Rp Golongan XIII Rp - Rp Golongan XIV Rp - Rp Golongan XV Rp - Rp Golongan XVI Rp - Rp Golongan XVII Rp - Rp menerima gaji, ASN baik itu PNS ataupun PPPK juga berhak untuk menerima sejumlah tunjangan dari pemerintah. Jadi besaran gaji di atas belum termasuk tunjangan yang dapat diterima oleh ASN. fdl/fdl
.
  • ekganm7mre.pages.dev/157
  • ekganm7mre.pages.dev/345
  • ekganm7mre.pages.dev/145
  • ekganm7mre.pages.dev/414
  • ekganm7mre.pages.dev/18
  • ekganm7mre.pages.dev/312
  • ekganm7mre.pages.dev/394
  • ekganm7mre.pages.dev/407
  • yang harus dilakukan agar menjadi asn yang sukses adalah